Penyakit Leukemia Kanker Darah

Penyakit leukemia kanker darah merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang banyak diderita oleh mereka yang berusia dibawah 15 tahun. Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh semua masyarakat didunia, karena penyakit kanker yang selalu identik dengan rasa sakit, dan tidak bisa sembuh, serta kematian. Padahal jika sudah mengetahui resiko akibat yang terjadi dari penyakit kanker ini, ada baiknya kita mencoba untuk mengubah pola hidup kita menjadi pola hidup yang sehat, agar bukan hanya penyakit kanker yang bisa dicegah namun juga penyakit lainnya.

cancer_care-300x300

Leukemia yang berarti darah putih. Biasanya pada mereka yang menderita penyakit leukemia kanker darah ini akan banyak ditemukan sel darah putih yang diproduksi secara berlebih dan tidak terkontrol. Salah satu terapi dan pengobatan yang dilakukan dari penyakit leukemia kanker darah ini adalah dengan menimalisasi sehingga produksi dari sel darah putih yang banyak diproduksi di sumsum tulang ini bisa lebih terkontrol. Jumlah yang berlebih dari sel darah putih akan menyebabkan terganggunya fungus normal dari sel darah yang lainnya.

Mengapa penyakit leukemia kanker darah ini bisa mengganggu fungsi tubuh manusia? Hal ini dikarenakan Fibroblast growth factors (FGF,s) yang mkasuk dalam kelompok pleiotropic heparin-binding growth factors. FGF’s ini di produksi oleh sel darah putih yang bisa menganggu fungsi dari autikrin dan juga parakrin yang ada pada tulang sumsum dan bisa menyebabkan stimulasi dari produksi stoking oleh stroma dan endothelium FGF’s. FGF’s ini juga bisa menjadi penyebab dari kacaunya variasi tipe sel mesodermal dan juga neuroectodermal yang menyebabkan perubahan pada proliferasi, gerakan, dan juga ketahanan dan perbedaan dari sel.

Lalu, gejala apa saja yang ditunjukkan dari penyakit leukemia kanker darah tersebut? Gejala penyakit leukemia kanker darah biasanya ditunjukkan dengan kurangnya sel darah merah didalam tubuh dengan gejala fisik diluar menjadi wajah terlihat lebih pucat, mudah lelah, dan nafas yang peendek. Kurangnya sel dara putih yang fungsional yang pda akhirnya menyebabkan penderita menjadi lebih mudah terserang penyakit. Kekurangan kepingan darah yang menyebabkan mimisan, radang gusi atau gusi berdarah, bintik merah yang muncul pada kulit.

Posted in Kanker Leukimia | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Kanker Leukimia

cancer_care-300x300Leukimia adalah kanker dari salah satu jenis sel darah putih di sumsum tulang yang menyebabkan proliferasi salah satu jenis kanker leukemia sel darah putih dengan menyingkirkan jenis sel lain. Leukimia tampak merupakan penyakit klonal yang berarti satu sel kanker abnormal berproliferasi tanpa terkendali, menghasilkan sekelompok sel anak yang abnormal. Sel-sel ini menghambat semua sel darah lain di sumsum tulang untuk berkembang secara normal, sehingga mereka tertimbun di sumsum tulang. Karena faktor-faktor ini, leukemia disebut gangguan akumulasi sekaligus gangguan klonal. Pada akhirnya, sel-sel leukemik mengambil alih sumsum tulang. Sehingga menurunkan kadar sel-sel nonleukemik di dalam darah yang merupakan penyebab berbagai gejala umum leukemia.

Jenis kanker leukemia digambarkan sebagai akut atau kronis bergantung pada cepat tidaknya kemunculan dan bagaimana diferensiasi sel-sel kanker yang bersangkutan. Sel-sel leukemia akut berdiferensiasi dengan buruk, sedangkan sel-sel leukemia kronis biasanya berdiferensiasi dengan baik. Leukimia juga digambarkan berdasarkan jenis sel yang berproliferasi. Sebagai contoh, leukemia limfoblastik akut, merupakan leukemia yang paling sering dijumpai pada anak menggambarkan kanker dari turunan sel limfosit primitive. Leukemia granulositik adalah leukemia eosinofil, neutrofil, atau basofil. Leukimia pada jenis sel kanker yang terlibat, tetapi berkisar sampai lebih dari 75% untuk leukemia limfositik akut pada masa kanak-kanak, merupakan angka statistic yang luar biasa karena penyakit ini hampir berisfat fatal.

Faktor resiko untuk jenis kanker leukemia antara lain adalah predisposisis genetic yang digabungkan dengan insiator (mutasi) yang diketahui atau tidak diketahui. Saudara kandung  dari anak yang menderita leukemia memiliki kecenderungan 2 sampai 4 kali lipat untuk mengalami penyakit ini dibandingkan anak-anak lain. Kromosom abnormal tertentu dijumpai dalam presentase yang tinggi pada pasien pengidap leukemia. Sebaiknya individu yang mengidap abnormalitas kromosom tertentu, termasuk sindrom Down, memiliki peningkatan resiko menderita leukemia. Pajanan terhadap radiasi, beberapa jenis obat yang menekan sumsum tulang, dan berbagai obat kemoterapi telah dianggap meningkatkan resiko leukemia. Agens-agens berbahaya dilingkungan juga diduga dapat menjadi faktor resiko.

Riwayat-riwayat sebelumnya yang berkaitan dengan hematopoiesis (pembentukan sel darah) telah terbukti meningkatkan resiko leukemia. Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah penyakit limfoma Hodgkoin, myeloma multipel, polisitemia vera, anemia sideroblastik, dan sindrom mielodiplastik. Riwayat leukemia kronis meningkatkan resiko leukemia akut.

Leukemia akut memperlihatkan gejala klinis yang mencolok. Leukimia kronis berkembang secara lambat dan mungkin hanya memperlihatkan sedikit gejala sampai stadium lanjut :

  1. Kepucatan dan rasa lelah akibat anemia
  2. Infeksi berulang akibat penurunan sel darah putih
  3. Pendarahan dan memar akibat trombositopenia dan gangguan koagulasi
  4. Nyeri tulang akibat penumpukan sel di sumsum tulang, yang menyebabkan peningkatan tekanan dan kematian sel. Tidak seperti nyeri yang semakin meningkat, nyeri tulang berhubungan dengan leukemia biasanya bersifat progresif.
  5. Penurunan berat karena berkurangnya nafsu makan dan peningkatan konsumsi kalori  oleh sel-sel neoplastik
  6. Lomfadenopati, slpenomegali, dan hepatomegali akibat infiltasi sel leukemik ke organ limfoid yang terjadi
  7. Gejala system saraf pusat dapat terjadi.

 

Posted in Kanker Leukimia | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Darah Leukimia

Penyakit kanker darah leukimia adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel darah. Istilah leukimia mencakup keganasan yang terjadi pada sel-sel darah putih, sel-sel darah merah (erythroleukimia) atau elemen lainnya pada darah, dan sumsum tulang belakang.

Sumsum tulang penderita pennyakit kanker darah leukimia akan membuat sel darah putih yang abnormal. Tidak seperti sel darah normal, sel-sel abnormal tersebut tidak mati ketika seharusnya mati. Sel-sel tersebut tetap memproduksi sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit normal. Hal inilah yang menyebabkan kesulitan bagi sel-sel darah normal untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya.

Gejala penderita penyakit kanker darah leukimia tergantung pada jumlah sel-sel leukimia dan letak sel-sel tersebut menumpuk di dalam tubuh. Orang-orang yang menderita leukimia kronis mungkin tidak bisa memiliki gejala. Berikut beberapa gejala umum kanker leukimia kronis yang biasa ditemui :

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau ketiak yang biasanya tidak terasa sakit.
  2. Demam atau berkeringat pada malam hari.
  3. Sering terjadi infeksi
  4. Merasa lemah atau lelah.
  5. Pendarahan dan mudah memar, seperti gusi berdarah, bercak keunguan dikulit atau bintik-bintik merah kecil dibawah kulit.

Pembengkakan atau rasa tidak nyaman diperut. Hal ini disebabkan oleh pembengkakan di hati atau pankreas.
7. Bobot badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.
8. Nyeri pada tulang atau sendi.

Kanker leukimia secara garis besar dibeadakan menjadi dua tipe sebagai berikut :

Leukimia akut.
Leukimia jenis ini ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan dan memburuk. Apabila tidak diobati dengan segera, maka penderitanya dapat meninggal dama hitungan minggu atau hari.

Leukimia kronis
Merupakan kanker darah yang memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga harapan hidup yang lebih lama.

 

Posted in Kanker Leukimia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Kanker Darah Leukimia

Penderita leukemia memiliki banyak pilhan pengobatan. Pilihan-pilihan tersebut diantaranya menanti sambil waspada (watchful waiting), kemoterapi, target terapi, terapi biologi, terapi radiasi, dan transplantasi sel induk. Namun, jika pankreas membengkak, dokter mungkin menyarankan operasi pengangkatan pankreas. Kadang-kadang digunakan juga kombinasi dari beberapa jenis pengobatan diatas.

Pilihan pengobatan penderita leukemia tergantung pada 3 aspek yaitu jenis leukemia, usia dan kondisi sel-sel leukemia. Apakah ditemukan dalam cairan serebrospinal. Biasanya dokter juga mempertimbangkan gejala dan kesehatan umum pasien.

a. Pengobatan untuk leukemia akut

Orang dengan leukemia akut perlu segera dirawat. Tujuan pengobatannya adalah menghancurkan tanda-tanda leukemia dalam tubuh dan menghilangkan gejalanya. Hal ini disebut dengan masa remisi. Setelah penderita mengalami masa remisi terapi yang dilakukan lebih bertujuan untuk mencegah kekambuhan. Jenis terapi ini disebut terapi konsolidasi atau terapi pemeliharaan. Banyak orang dengan leukemia akut dapat disembuhkan dengan terapi tersebut.

b. Pengobatan untuk leukemia kronis

Apabila memiliki leukemia kronis tanpa gejala, mungkin tidak perlu segera dirawat. Dokter akan melihat keadaan kesehatan dengan cermat sehingga perawatan dapat dijalankan saat Anda mulai mengalami gejala. Perawatan ini disebut watchful waiting (menanti sambil waspada). Ketika akan dilakukan pengobatan untuk leukemia kronis, transplantasi sel induk menjadi pilihan beberapa orang untuk sembuh. Namun, jarang dilakukan kemoterapi.

Posted in Kanker Leukimia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Leukemia Limfositik Akut

Leukemia limfositik kronis (LLK) cenderung untuk menjadi gangguan ringan yang terutama menyerang individu yang berusia antara 50-70 tahun. Negara barat melaporkan penyakit ini sebagai leukemia yang umum terjadi. Penyakit ini didiagnosis selama pemeriksaan fisik atau pengobatan untuk penyakit lain.

Secara klinis faktor penyebab penyakit leukemia limfositik akut ini adalah :

1. Banyak diantaranya asimptomatik
2. Manifetasi yang mungkin adalah anemia, infeksi atau perbesaran nodus limfe dan organ abdomen.
3. Jumlah ertirosit atau trombosit mungkin normal atau menurun
4. Limfositosis selalu ada

Bentuk leukemia linfositik akut ini terbanyak pada anak-anak hingga mencapai 75-80 % leukemia pada masa kanak-kanak. Infiltarsi sumsum tulang oleh sel limfoblastik menyebabkan anemia, memar (trombosiopenia) dan infeksi (neutropenia). Limfoblas biasanya ditemukan dalam darah tepi dan selalu ada di sumsum tulang, terjadi limfadenopati, splenomegali, dan hepatomegali. 70 % anak dengan leukemia limfatik akut kini bisa disembuhkan.

Leukemia LImfositik kronis

Terjadi pada manula dengan limfadenopati generalisata dan peningkatan jumlah leukosit disertai limfositosis. Perjalanan penyakit biasanya jinak dan indikasi pengobatan adalah hanya jika timbul gejala.

Leukemia mieloid akut

Terjadi pada semua usia tetapi lebih jarang pada anak-anak. Mieloblas menginfiltrasi sumsum tulang dan ditemukan dalam darah. Sering terjadi anemia, perdarahan, atau infeksi. Jarang disertai keterlibatan organ lain.

Leukemia mieloid kronis

Biasanya timbul di usia paruh baya, seringkali diam-diam disertai anemia, penurun berat badan, dan demam. Jumlah leukosit sangat meningkat disertai perkursot mieloid pada sumsum tulang dan darah perifer (darah tepi). Limpa dan ada tahap kanjut hati sangat membesar, Pada lebih dari 90 % pasien, leukosit mengandung kromosom Philadelphia, suatu translokasi gen di regio kelompok pemecahan (breakpoint cluster regionlbcr) pada lengan kromosom.

Posted in Kanker Leukimia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Leukimia

Gambaran umum dari leukemia adalah proliferasi tak teratur atau akumulasi sel-sel darah putih dalam sumsum tulang, menggantikan elemen-elemen sumsum normal. Juga terdapat proliferasi dalam hepar, limpa dan nodus limfe, serta invasi organ non hematologiis. Leukemia sering dikelompokan sebagai limfositik atau mielositik dan berdasarkan pada maturitas sel-sel malignan, penyebabnya tidak diketahui terdapat bukti bahwa pengaruh genetik dan patogenesis virus mungkin terlibat. Kerusakan sumsum tulang akibat pemajanan radiasi atau kimiawi (benzin) dapat menyebabkan leukemia.

Leukemia adalah kanker dari salah satu jenis sel darah putih di sumsum tulang yang menyebabkan proliferasi salah satu jenis sel darah putih dengan menyingkirkan jenis sel lain yang sehat.

 

 

 

 

 

 

Sel darah putih dalam pembuluh darah (Leukimia)

Leukemia tampak merupakan penyakit klonal yang berarti satu sel kanker abnormal berproloferasi tanpa terkendali menghasilkan sekelompol sel anak yang tidak normal. Sel-sel ini mneghambat semua sel darah lain di sumsum tulang untuk berkembang secara normal, sehingga mereka tertibun di sumsum tulang.

Faktor-faktor tersebut, leukemia disebut sebagai gangguan akumulasi sekaligus gangguan klonal. Pada akhirnya, sel-sel leukemia mengambil alih sumsum tulang. Sehingga menurunkan kadar sel -sel monleukemik di dalam darah yang merupakan penyebab berbagai gejala umum dari leukemia. 

Posted in Kanker Leukimia | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment