Jenis Kanker Leukimia

cancer_care-300x300Leukimia adalah kanker dari salah satu jenis sel darah putih di sumsum tulang yang menyebabkan proliferasi salah satu jenis kanker leukemia sel darah putih dengan menyingkirkan jenis sel lain. Leukimia tampak merupakan penyakit klonal yang berarti satu sel kanker abnormal berproliferasi tanpa terkendali, menghasilkan sekelompok sel anak yang abnormal. Sel-sel ini menghambat semua sel darah lain di sumsum tulang untuk berkembang secara normal, sehingga mereka tertimbun di sumsum tulang. Karena faktor-faktor ini, leukemia disebut gangguan akumulasi sekaligus gangguan klonal. Pada akhirnya, sel-sel leukemik mengambil alih sumsum tulang. Sehingga menurunkan kadar sel-sel nonleukemik di dalam darah yang merupakan penyebab berbagai gejala umum leukemia.

Jenis kanker leukemia digambarkan sebagai akut atau kronis bergantung pada cepat tidaknya kemunculan dan bagaimana diferensiasi sel-sel kanker yang bersangkutan. Sel-sel leukemia akut berdiferensiasi dengan buruk, sedangkan sel-sel leukemia kronis biasanya berdiferensiasi dengan baik. Leukimia juga digambarkan berdasarkan jenis sel yang berproliferasi. Sebagai contoh, leukemia limfoblastik akut, merupakan leukemia yang paling sering dijumpai pada anak menggambarkan kanker dari turunan sel limfosit primitive. Leukemia granulositik adalah leukemia eosinofil, neutrofil, atau basofil. Leukimia pada jenis sel kanker yang terlibat, tetapi berkisar sampai lebih dari 75% untuk leukemia limfositik akut pada masa kanak-kanak, merupakan angka statistic yang luar biasa karena penyakit ini hampir berisfat fatal.

Faktor resiko untuk jenis kanker leukemia antara lain adalah predisposisis genetic yang digabungkan dengan insiator (mutasi) yang diketahui atau tidak diketahui. Saudara kandungĀ  dari anak yang menderita leukemia memiliki kecenderungan 2 sampai 4 kali lipat untuk mengalami penyakit ini dibandingkan anak-anak lain. Kromosom abnormal tertentu dijumpai dalam presentase yang tinggi pada pasien pengidap leukemia. Sebaiknya individu yang mengidap abnormalitas kromosom tertentu, termasuk sindrom Down, memiliki peningkatan resiko menderita leukemia. Pajanan terhadap radiasi, beberapa jenis obat yang menekan sumsum tulang, dan berbagai obat kemoterapi telah dianggap meningkatkan resiko leukemia. Agens-agens berbahaya dilingkungan juga diduga dapat menjadi faktor resiko.

Riwayat-riwayat sebelumnya yang berkaitan dengan hematopoiesis (pembentukan sel darah) telah terbukti meningkatkan resiko leukemia. Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah penyakit limfoma Hodgkoin, myeloma multipel, polisitemia vera, anemia sideroblastik, dan sindrom mielodiplastik. Riwayat leukemia kronis meningkatkan resiko leukemia akut.

Leukemia akut memperlihatkan gejala klinis yang mencolok. Leukimia kronis berkembang secara lambat dan mungkin hanya memperlihatkan sedikit gejala sampai stadium lanjut :

  1. Kepucatan dan rasa lelah akibat anemia
  2. Infeksi berulang akibat penurunan sel darah putih
  3. Pendarahan dan memar akibat trombositopenia dan gangguan koagulasi
  4. Nyeri tulang akibat penumpukan sel di sumsum tulang, yang menyebabkan peningkatan tekanan dan kematian sel. Tidak seperti nyeri yang semakin meningkat, nyeri tulang berhubungan dengan leukemia biasanya bersifat progresif.
  5. Penurunan berat karena berkurangnya nafsu makan dan peningkatan konsumsi kaloriĀ  oleh sel-sel neoplastik
  6. Lomfadenopati, slpenomegali, dan hepatomegali akibat infiltasi sel leukemik ke organ limfoid yang terjadi
  7. Gejala system saraf pusat dapat terjadi.

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Leukimia and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *